Nama saya
Erlina, Saya lahir tepatnya pada hari rabu 07 Pebruari 1997 dari seorang ibu
yang bernama Nasri (Malang,02 April 1966),bapak saya bernama Rohmat kelahiran
Malang,01 Maret 1960. Saya lahir dari keluarga yang kurang mampu baik dalam hal
ekonomi maupun pengetahuan, Ibu saya
belum sampai lulus,beliau berhenti sekolah sejak kelas 3 SD karena
terbatasnya ekonomi sedangkan bapak saya nasibnya hampir sama dengan ibu karena
hanya selisih satu tahun beliau menduduki bangku SD,yaitu saat kelas 4 beliau
berhenti sekolah karena terbatasnya ekonomi.
Saya
anak ke-3 dari empat bersudara,satu diantaranya kakak perempuan yang bernama Jumik
asih (Malang,21 April 1989) yang statusnya sekarang alhamdulillah sudah menikah
,dan seorang kakak laki-laki yang berama Nur Huda (Malang,25 September 1992)
status petani,ketika usia saya beranjak 3 tahun saya di karuniani seorang adik
laki-laki yang bernama Hasim mustofa yang sekarang menduduki bangku kelas VIII
di SMP Islam Al-Ikhlas Kasembon Kab. Malang.
Saat
usia saya beranjak 4 tahun saya mulai di
sekolah di R.A Nurus sholikhin Dsn Bara’an Ds.Pait Kec.Kasembon Pendidikan yang saya tempuh berlangsung selama 2 tahun ,setelah itu saya
masih di karuniani Allah SWT untuk melanjutkan ke M-I Miftakhul Jannah,di M-I
tersebut banyak prestasi yang saya peroleh dari kelas satu sampai kelas
6,diantaranya saya mendapatkan juara 3 saat semester 1 dan 2 di kelas
satu,juara 3 dan 4 di semester 1 dan 2 kelas dua,juara 6 dan 1 saat
semester 1 dan 2 dikelas tiga,juara 1
dan 1 disemester 1 dan 2 kelas 4,juara 1 dan 3 semester 1 dan 2 kelas 5,juara 1
dan 5 semester 1 dan 2 kelas 6,
Saat
kelas 4 saya dipilih untuk mewakili kecamatan mengikuti lomba lari jarak
jauh tapi keberhasilan belum memihak
pada saya waktu itu saya kalah,pada saat saya menduduki kelas 5 saya terpilih
kembali setelah melalui seleksi tigkat kecamatan untuk mengikuti lomba lari
jarak pendek tingkat kabupaten malang.Syukur alhamdulillah saya bisa memperoleh
juara 2 (dua).
Setelah
lulus dari M-I saya melanjutkan ke SMP Islam Al-Ikhlas Kasembon Kab
Malang,disinilah saya mulai berani menjadi remaja yang aktif,hampir semua
Organisasi di SMP saya ikuti,diantaranya saya menjabat sebagai anggota OSIS
selama dua tahun (periode 2009/2010),ekstra kurikuler Drum Band saya ikuti
selama dua tahun ( 1 tahun sebagai terompet,1 tahun memegang drumb),ekstra PMR
selama 1 tahun dll.perjalanan saya menuju sekolah tidaklah mudah, untuk berangkatnya saya harus jalan kaki kurang lebih 3 km untuk
menempuh tempat tunggu bis,dari tempat tunggu bis ke sekolah kurang lebih 18
km,bis sudah seperti pelengkap dalam mencari ilmu,dan kejadian itu pun tidak hanya berangkat melainkan pulangnya juga harus menempuh jalan
yang panjang,penuh karang-karang dijalan,waktu itu saya hanya diberi uang saku
Rp 3.000, yang Rp 2.000 ongkos naik bis pulang pergi dan sisa Rp 1.000 dibuat
uang jajan pada saat itu yang mana teman-teman saya uang sakunya sebesar Rp
5.000.namun saya tidak minder dengan keadaan.
Pengalaman itu saya alami selama 3 tahun
menduduki bangku SMP,perjuangan yang cukup berat tapi saya lalui dengan ikhlas
dan saya selalu ingat perjuangan kedua
orang tua saya dalam mencari uang demi menyekolahkan anak-anaknya,dari situlah
saya bekerja keras agar memperoleh hasil yang memuaskan,usaha saya tidak
sia-sia karena saya berhasil meraih juara 1 pararel terhitung mulai dari kelas
VII semester 1 sampai kelas IX semester 2 sebuah karunia allah yang luar
biasa,dan akhirnya saya menjadi lulusan terbaik di SMP Islam AL-IKHLAS Kasembon
tahun 2012/2013.Yang akhirnya banyak ibu guru yang memotivasi saya untuk tetap
bisa melanjutkan kejenjang SMA meskipun keadaan ekonomi yang terbatas.seiring
berjalanya waktu Setelah saya menerima raport ada seorang guru yang menawari
saya untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 1 KANDANGAN yang mana guru itu juga
mengajar di sma tersebut,karena terbatasnya biaya saya berpikiran bahwa sma
pasti membutuhkan biaya yang besar sedangkan Penghasilan orang tua tak menentu,bisa menghidupi keluarga saja sudah cukup,dari
situ saya mencoba mencari sekolah yang mungkin pembiayaanya lebih murah yaitu
smk ngoro,dalam hati yang paling dalam saya tidak ingin di smk melainkan di
sma,setelah kurang lebih satu minggu ternyata saya didaftarkan oleh guru
matematika saya di SMAN 1 KANDANGAN dengan mendapatkan beasiswa,syukur
alhamdulillah keinginan saya untuk melanjutkan ke jenjang SMA bisa terkabulkan.
Saya
satu-satunya siswa yang mendaftar di SMAN 1 KANDANGAN dari semua siswa SMPI al
–ikhlas,saya berangkat dengan tekad dan niat yang kuat meskipun saya harus menempuh perjalanan yang
panjang,saya berangkat sekolah tiap hari pukul 05.30 dan kembali pulang pukul
04.30 meskipun kadang hujan saya tetap melangkah untuk mencari ilmu.dengan uang
saku tidak lebih dari 5000,- yang mana 4000 ongkos bis pulang dan pergi dan
sisanya buat jajan,namun saya sering puasa senin dan kamis itupun sudah biasa
saya lakukan sejak kelas 4 M-I,dengan tujuan mendapatkan ridlo
allah,disisi lain untuk menghemat uang saku.pertama kali masuk sma saya ada
rasa minder namun setelah saya terpilih menjadi miss mos waktu itu saya bisa
menghilang kan rasa minder saya berpikir bahwa saya juga bisa.hari demi
hari saya lalui tanpa rasa keluh
kesah.pada saat saya masih kelas 1 saya terpilih untuk mewakili SMAN 1
KANDANGAN mengikuti olimpiade matematika
tingkat kabupaten,dan alhamdulillah saya lolos dan mendapatkan juara 2 OSN
MATEMATIKA,setelah itu saya masuk tingkat provinsi jawa timur tepatnya di Batu
,namun keberhasilan masih tertunda saya belum lolos di tingkat provinsi.saya
tetap gigih pasti ada kesempatan yang lain.alhamdulillah setelah menempuh
berbagai ujian sekolah saya berhasil meraih juara 1 pararel dikelas X semester
1 dan 2,saya dan keluarga sangat senang karena jika mendapatkan peringkat 1
pararel akan dibebaskan iuran orang tua siswa selama 1 semester.dan itu
alhamdulillah saya bertahan sampai semester 5 meraih peringkat 1 pararel.
Semangat
berjuang tidak akan pernah patah karena when there is will there is a way
“dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan”.di setiap saya melangkah meraih
masa depan tidaklah mudah, banyak ujian dan cobaan silih berganti,pada saat
saya menduduki bangku kelas XII IPA saya mengalami banyak ujian dan
cobaan,menjelang ujian semester 1 bapak
saya sakit keras kurang lebih selama 2
bulan bapak menderita penyakit
liver,pada saat itu hati saya goncang setelah menerima informasi jika penyakit
bapak saya sulit di sembuhkan,namun saya tetap gigih kemanapun saya melangkah
untuk kesembuhan seseorang yang berharga di hidup saya akan saya lakukan,waktu
itu alhamdulillah bapak mempunyai kartu jamkesmas sehingga pengobatanya
bebas,seiring berjalanya waktu penyakit bapak bertambah parah dan saya selalu
teringat bapak disaat saya berada
disekolah,saya selalu berdo’a untuk kesembuhan bapak,hampir tiap hari saya
tidur terlalu malam untuk menunggu bapak,hingga pada suatu malam bapak mengeluh
kesakitan seketika langsung di bawa ke rumah sakit Bapti s batu setelah sampai
disana ternyata kondisi bapak sudah parah,selama 3 hari saya menunggu bapak dan
merelakan untuk tidak masuk sekolah
namun tuhan berkata lain bapak
saya kembali ke pangkuan allah swt,saya harus merelakan kepergian bapak untuk selamanya,namun saya akan tetap ingat
setiap petuah-petuah yang diberikan kepada saya,saya harus bisa menjadi orang
yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa,setelah bapak wafat saya di hantui
kebimbangan siapa yang akan membiayai sekolah saya dan adik-adik,melihat
keadaan ekonomi yang kurang,saya tekadkan untuk kos,dengan harapan saya bisa
sampai sekolah setelah 40 hari wafatnya bapak saya niat untuk kos dengan biaya
75.000 perbulan alhamdulillah ibu saya meridloi saya untuk kos,satu minggu
setelah saya kos saya berpikir kalau saya merasa iba jika terus-terusan minta
uang ibu ,saya kasihan kepada ibu karena menghidupi keluarga sendiri dan
alhamdulillah saya ada tawaran untuk
bekerja di sebuah toko dengan gaji 300.000 per bulan ,karena saya harus
membayar buku sekolah dll,saya terima tawaran itu dan mulai bekerja setelah
pulang sekolah yaitu mulai jam 16.30 -21.00,dari situ akhirnya saya bisa
membiayai sekolah saya sendiri dan membayar kos per bulan dengan gaji yang saya
terima tiap bulan,alhamdulillah ibu saya merasa senang dan beban ibu bisa
berkurang.pekerjaan saya ditoko tidak menghalangi untuk belajar karena saya
siasati untuk belajar di toko jika toko lagi sepi dan belajar setelah pulang
kerja.pekerjaan itu saya niatkan ibadah kepada allah swt.tidak hanya saya saja
yang sekolah sambil kerja namun adik saya yang masih menduduki bangku smp kelas
VII juga iku meringankan beban ibu,ia setelah pulang sekolah kerja cari pasir untuk dijual kepada para
pengepul saya sangat iba melihat adik saya tetapi disisi lain mungkin dari situ
dia bisa bertambah dewasa dan mengerti arti tentang kehidupan.
Pahit
manisnya kehidupan saling kami alami. dibalik semua cobaan yang allah berikan
kepada keluarga kami pasti ada hikmahnya.saya akan terus melangkah untuk
menggapai cita-cita walau badai menerjang saya akan tetap bertahan,saya ingin
bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negri,sesuai keinginan almarhum bapak
saya,saya bertekad akan mewujudkan harapan keluarga,saya ingin mengubah
disetiap tetesan keringat ibu ,bapak menjadi sebuah butiran-butiran mutiara
yang memancarkan kilauanya,masa depan masih panjang saya akan terus dan terus
berjuang demi keluarga ,bangsa dan negara serta bumi tempat ku berpijak.semoga
harapan sesuai dengan keinginan ,semoga saya bisa masuk perguruan tinggi
negri,dan menjadi orang yang sukses,ibu bapak do’akan putrimu dalam menempuh
harapan.untuk ibu tetap gigih melawan pahitnya kehidupan ,dan untuk bapak
selamat jalan semoga engkau tenang di alam sana dan ditempatkan disurga allah
swt.
MANJADA
WAJADA bersungguh-sungguhlah engkau pasti bisa.saya akan membuat engkau menagis
karena kebahagiaan ibu.bismillah semoga saya selalu dalam lindunganmu ya
allah.amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar