Selasa, 03 April 2018

ERLINA AUTOBIOGRAPHY




Nama saya Erlina, Saya lahir tepatnya pada hari rabu 07 Pebruari 1997 dari seorang ibu yang bernama Nasri (Malang,02 April 1966),bapak saya bernama Rohmat kelahiran Malang,01 Maret 1960. Saya lahir dari keluarga yang kurang mampu baik dalam hal ekonomi maupun pengetahuan, Ibu saya  belum sampai lulus,beliau berhenti sekolah sejak kelas 3 SD karena terbatasnya ekonomi sedangkan bapak saya nasibnya hampir sama dengan ibu karena hanya selisih satu tahun beliau menduduki bangku SD,yaitu saat kelas 4 beliau berhenti sekolah karena terbatasnya ekonomi.
            Saya anak ke-3 dari empat bersudara,satu diantaranya kakak perempuan yang bernama Jumik asih (Malang,21 April 1989) yang statusnya sekarang alhamdulillah sudah menikah ,dan seorang kakak laki-laki yang berama Nur Huda (Malang,25 September 1992) status petani,ketika usia saya beranjak 3 tahun saya di karuniani seorang adik laki-laki yang bernama Hasim mustofa yang sekarang menduduki bangku kelas VIII di SMP Islam Al-Ikhlas Kasembon Kab. Malang.
            Saat  usia saya beranjak 4 tahun saya mulai di sekolah di R.A Nurus sholikhin Dsn Bara’an Ds.Pait Kec.Kasembon  Pendidikan yang saya tempuh  berlangsung selama 2 tahun ,setelah itu saya masih di karuniani Allah SWT untuk melanjutkan ke M-I Miftakhul Jannah,di M-I tersebut banyak prestasi yang saya peroleh dari kelas satu sampai kelas 6,diantaranya saya mendapatkan juara 3 saat semester 1 dan 2 di kelas satu,juara 3 dan 4 di semester 1 dan 2 kelas dua,juara 6 dan 1 saat semester  1 dan 2 dikelas tiga,juara 1 dan 1 disemester 1 dan 2 kelas 4,juara 1 dan 3 semester 1 dan 2 kelas 5,juara 1 dan 5 semester 1 dan 2 kelas 6,
Saat  kelas 4 saya dipilih untuk mewakili kecamatan mengikuti lomba lari jarak  jauh tapi keberhasilan belum memihak pada saya waktu itu saya kalah,pada saat saya menduduki kelas 5 saya terpilih kembali setelah melalui seleksi tigkat kecamatan untuk mengikuti lomba lari jarak pendek tingkat kabupaten malang.Syukur alhamdulillah saya bisa memperoleh juara 2 (dua).
            Setelah lulus dari M-I saya melanjutkan ke SMP Islam Al-Ikhlas Kasembon Kab Malang,disinilah saya mulai berani menjadi remaja yang aktif,hampir semua Organisasi di SMP saya ikuti,diantaranya saya menjabat sebagai anggota OSIS selama dua tahun (periode 2009/2010),ekstra kurikuler Drum Band saya ikuti selama dua tahun ( 1 tahun sebagai terompet,1 tahun memegang drumb),ekstra PMR selama 1 tahun dll.perjalanan saya menuju sekolah  tidaklah mudah, untuk berangkatnya saya  harus jalan kaki kurang lebih 3 km untuk menempuh tempat tunggu bis,dari tempat tunggu bis ke sekolah kurang lebih 18 km,bis sudah seperti pelengkap dalam mencari ilmu,dan  kejadian itu pun tidak hanya berangkat  melainkan pulangnya juga harus menempuh jalan yang panjang,penuh karang-karang dijalan,waktu itu saya hanya diberi uang saku Rp 3.000, yang Rp 2.000 ongkos naik bis pulang pergi dan sisa Rp 1.000 dibuat uang jajan pada saat itu yang mana teman-teman saya uang sakunya sebesar Rp 5.000.namun saya tidak minder dengan keadaan.
 Pengalaman itu saya alami selama 3 tahun menduduki bangku SMP,perjuangan yang cukup berat tapi saya lalui dengan ikhlas dan saya  selalu ingat perjuangan kedua orang tua saya dalam mencari uang demi menyekolahkan anak-anaknya,dari situlah saya bekerja keras agar memperoleh hasil yang memuaskan,usaha saya tidak sia-sia karena saya berhasil meraih juara 1 pararel terhitung mulai dari kelas VII semester 1 sampai kelas IX semester 2 sebuah karunia allah yang luar biasa,dan akhirnya saya menjadi lulusan terbaik di SMP Islam AL-IKHLAS Kasembon tahun 2012/2013.Yang akhirnya banyak ibu guru yang memotivasi saya untuk tetap bisa melanjutkan kejenjang SMA meskipun keadaan ekonomi yang terbatas.seiring berjalanya waktu Setelah saya menerima raport ada seorang guru yang menawari saya untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 1 KANDANGAN yang mana guru itu juga mengajar di sma tersebut,karena terbatasnya biaya saya berpikiran bahwa sma pasti membutuhkan biaya yang besar sedangkan Penghasilan orang tua tak menentu,bisa  menghidupi keluarga saja sudah cukup,dari situ saya mencoba mencari sekolah yang mungkin pembiayaanya lebih murah yaitu smk ngoro,dalam hati yang paling dalam saya tidak ingin di smk melainkan di sma,setelah kurang lebih satu minggu ternyata saya didaftarkan oleh guru matematika saya di SMAN 1 KANDANGAN dengan mendapatkan beasiswa,syukur alhamdulillah keinginan saya untuk melanjutkan ke jenjang SMA bisa terkabulkan.
Saya satu-satunya siswa yang mendaftar di SMAN 1 KANDANGAN dari semua siswa SMPI al –ikhlas,saya berangkat dengan tekad dan niat yang kuat  meskipun saya harus menempuh perjalanan yang panjang,saya berangkat sekolah tiap hari pukul 05.30 dan kembali pulang pukul 04.30 meskipun kadang hujan saya tetap melangkah untuk mencari ilmu.dengan uang saku tidak lebih dari 5000,- yang mana 4000 ongkos bis pulang dan pergi dan sisanya buat jajan,namun saya sering puasa senin dan kamis itupun sudah biasa saya lakukan sejak  kelas  4 M-I,dengan tujuan mendapatkan ridlo allah,disisi lain untuk menghemat uang saku.pertama kali masuk sma saya ada rasa minder namun setelah saya terpilih menjadi miss mos waktu itu saya bisa menghilang kan rasa minder saya berpikir bahwa saya juga bisa.hari demi hari  saya lalui tanpa rasa keluh kesah.pada saat saya masih kelas 1 saya terpilih untuk mewakili SMAN 1 KANDANGAN mengikuti  olimpiade matematika tingkat kabupaten,dan alhamdulillah saya lolos dan mendapatkan juara 2 OSN MATEMATIKA,setelah itu saya masuk tingkat provinsi jawa timur tepatnya di Batu ,namun keberhasilan masih tertunda saya belum lolos di tingkat provinsi.saya tetap gigih pasti ada kesempatan yang lain.alhamdulillah setelah menempuh berbagai ujian sekolah saya berhasil meraih juara 1 pararel dikelas X semester 1 dan 2,saya dan keluarga sangat senang karena jika mendapatkan peringkat 1 pararel akan dibebaskan iuran orang tua siswa selama 1 semester.dan itu alhamdulillah saya bertahan sampai semester 5 meraih peringkat 1 pararel.
Semangat berjuang tidak akan pernah patah karena when there is will there is a way “dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan”.di setiap saya melangkah meraih masa depan tidaklah mudah, banyak ujian dan cobaan silih berganti,pada saat saya menduduki bangku kelas XII IPA saya mengalami banyak ujian dan cobaan,menjelang ujian semester 1  bapak saya sakit keras  kurang lebih selama 2 bulan  bapak menderita penyakit liver,pada saat itu hati saya goncang setelah menerima informasi jika penyakit bapak saya sulit di sembuhkan,namun saya tetap gigih kemanapun saya melangkah untuk kesembuhan seseorang yang berharga di hidup saya akan saya lakukan,waktu itu alhamdulillah bapak mempunyai kartu jamkesmas sehingga pengobatanya bebas,seiring berjalanya waktu penyakit bapak bertambah parah dan saya selalu teringat  bapak disaat saya berada disekolah,saya selalu berdo’a untuk kesembuhan bapak,hampir tiap hari saya tidur terlalu malam untuk menunggu bapak,hingga pada suatu malam bapak mengeluh kesakitan seketika langsung di bawa ke rumah sakit Bapti s batu setelah sampai disana ternyata kondisi bapak sudah parah,selama 3 hari saya menunggu bapak dan merelakan untuk tidak masuk sekolah  namun tuhan berkata lain  bapak saya kembali ke pangkuan allah swt,saya harus merelakan kepergian bapak  untuk selamanya,namun saya akan tetap ingat setiap petuah-petuah yang diberikan kepada saya,saya harus bisa menjadi orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa,setelah bapak wafat saya di hantui kebimbangan siapa yang akan membiayai sekolah saya dan adik-adik,melihat keadaan ekonomi yang kurang,saya tekadkan untuk kos,dengan harapan saya bisa sampai sekolah setelah 40 hari wafatnya bapak saya niat untuk kos dengan biaya 75.000 perbulan alhamdulillah ibu saya meridloi saya untuk kos,satu minggu setelah saya kos saya berpikir kalau saya merasa iba jika terus-terusan minta uang ibu ,saya kasihan kepada ibu karena menghidupi keluarga sendiri dan alhamdulillah  saya ada tawaran untuk bekerja di sebuah toko dengan gaji 300.000 per bulan ,karena saya harus membayar buku sekolah dll,saya terima tawaran itu dan mulai bekerja setelah pulang sekolah yaitu mulai jam 16.30 -21.00,dari situ akhirnya saya bisa membiayai sekolah saya sendiri dan membayar kos per bulan dengan gaji yang saya terima tiap bulan,alhamdulillah ibu saya merasa senang dan beban ibu bisa berkurang.pekerjaan saya ditoko tidak menghalangi untuk belajar karena saya siasati untuk belajar di toko jika toko lagi sepi dan belajar setelah pulang kerja.pekerjaan itu saya niatkan ibadah kepada allah swt.tidak hanya saya saja yang sekolah sambil kerja namun adik saya yang masih menduduki bangku smp kelas VII juga iku meringankan beban ibu,ia setelah pulang sekolah  kerja cari pasir untuk dijual kepada para pengepul saya sangat iba melihat adik saya tetapi disisi lain mungkin dari situ dia bisa bertambah dewasa dan mengerti arti tentang kehidupan.
Pahit manisnya kehidupan saling kami alami. dibalik semua cobaan yang allah berikan kepada keluarga kami pasti ada hikmahnya.saya akan terus melangkah untuk menggapai cita-cita walau badai menerjang saya akan tetap bertahan,saya ingin bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negri,sesuai keinginan almarhum bapak saya,saya bertekad akan mewujudkan harapan keluarga,saya ingin mengubah disetiap tetesan keringat ibu ,bapak menjadi sebuah butiran-butiran mutiara yang memancarkan kilauanya,masa depan masih panjang saya akan terus dan terus berjuang demi keluarga ,bangsa dan negara serta bumi tempat ku berpijak.semoga harapan sesuai dengan keinginan ,semoga saya bisa masuk perguruan tinggi negri,dan menjadi orang yang sukses,ibu bapak do’akan putrimu dalam menempuh harapan.untuk ibu tetap gigih melawan pahitnya kehidupan ,dan untuk bapak selamat jalan semoga engkau tenang di alam sana dan ditempatkan disurga allah swt.
MANJADA WAJADA bersungguh-sungguhlah engkau pasti bisa.saya akan membuat engkau menagis karena kebahagiaan ibu.bismillah semoga saya selalu dalam lindunganmu ya allah.amin.

Tidak ada komentar: